Kemenkumham RI Serahkan Sertifikat IG Kopi Arabika Sumatera Lintong ke Pemkab Humbang Hasundutan


Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kemenkumham RI Fathlurachman SH MM menyerahkan Sertifikat IG (indikasi geofrafis) Kopi Arabika Sumatera Lintong ke Pemkab Humbang Hasundutan yang diterima langsung Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE, Senin (12/2) bertempat di Aula Huta Mas Doloksanggul.

Selanjutnya sertifikat dengan nomor ID G 000000063 itu diserahkan Bupati Humbahas kepada Maspekal (masyarakat pemerhati kopi arabika sumatera lintong) diterima Gani Silaban.
Gani Silaban menjelaskan Maspekal telah berdiri sejak 18 Juli 2012 dan berkantor di Jalan Sisingamangaraja tepatnya kantor Dekranasda Kabupaten Humbahas Lantai II Doloksanggul. Dikatakan lagi, masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan sejak masa kolonial Belanda sudah mengenal dan bertanam kopi arabika dengan sebutan kopi arab. Tanaman kopi arabika yang ditanam pada ketinggian kurang lebih 1.000 meter dari permukaan laut (dpl), tumbuh dan menghasilkan kopi dengan kwalitas yang sangat baik.

Untuk Kabupaten Humbang Hasundutan, ada 6 kecamatan yang diyakini kualitas kopi arabika sangat baik yaitu Paranginan, Lintongnihuta, Doloksanggul, Pollung, Onanganjang dan Sijamapolang. Kondisi tanah di 6 kecamatan itu dipengaruhi dengan letusan gunung toba sekitar 73.000 tahun lalu. Ketinggian wilayah tanam yang berkisar antara 1.000-1.500 meter dpl dan budaya masyarakat setempat yang sudah sangat kental terkait dengan tanaman dan produk kopi. Kopi arabika sumatera lintong merupakan kopi specialty dengan citarasa excellent yang memiliki aroma floral, spicy, caramelly, lemony, herba dan earthy yang sangat menarik. Ini diproses dari 100 % buah kopi arabika yang masak merah sempurna yang dihasilkan di Humbang Hasundutan. Varietas tanaman kopi yang banyak digunakan adalah varietas

Sigararutang serta beberapa varietas unggul lokal seperti lasuna dan garunggang. Pengolahannya dilakukan dengan menggunakan teknik Olah Basah Gerbus Basah (OBGB) dan menghasilkan produk berupa kopi kulit tanduk, kopi beras, kopi sangrai dan kopi bubuk. Uji mutu citarasa kopi arabika sumatera lintong dilakukan di pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia di Jember.
Kopi Arabika Sumatera Lintong saat ini sudah sangat terkenal dan sudah diekpor ke berbagai negara. Sehingga dengan adanya sertifat IG ini, akan terhindar dari pemalsuan dan penggunaan illegal nama dan kualitas Kopi Arabika Sumatera Lintong. Sehingga manfaat keberadaan kopi arabika sumatera lintong dapat dinikmati secara maksimal oleh seluruh pelaku usaha kopi dan masyarakat Humbang Hasundutan pada umumnya.
Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE menjelaskan Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki potensi geografis dan agroklimat yang sangat mendukung pengembangan tanaman pangan, holtikultura maupun tanaman perkebunan seperti kopi. Sehingga Humbang Hasundutan salah satu daerah sentra penghasil kopi di Sumut.

Sertifikat IG yang diterima Pemkab Humbang Hasundutan, merupakan kerjasama Maspekal dengan seluruh elemen masyarakat. Sertifikat ID Kopi Arabika Sumatera Lintong merupakan kebanggaan bersama masyarakat dan Pemkab Humbang Hasundutan. Kopi Arabika Sumatera Lintong saat ini sudah dikenal ke mancanegara serta telah diekspor ke Eropa, Jepang, Taiwan dan Amerika Serikat. Dengan adanya IG ini, Bupati Humbahas mengharapkan kepada petani kopi agar mengusahai kopinya dengan benar. “Kopi harus diperhatikan, harus dipupuk agar hasilnya maksimal dan bermutu tinggi” pinta bupati.
Hadir dalam penyerahan sertifikat IG itu antara lain Ir Timbul Sinaga Direktur Instrumen HAM Kemenkumham RI, Idris Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI. Wakil Ketua DPRD Humbahas Jimmy Togu H Purba SE, Plt Sekdakab Drs Augus Panuturi Marbun dan pimpinan OPD termasuk ratusan pecinta kopi. (Bagian Protokol)