Pamsimas Ditarget Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Humbang Hasundutan


DOLOKSANGGUL, BARINGIN LUMBAN GAOL

Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) diharapkan dapat penuhi kebutuhan hidup sehat masyarakat di Humbang Hasundutan (Humbahas).  Saat ini 13 desa sudah melaksanakan kegiatan fisik 2017, dan 2018 direncanakan 14 desa akan menerima mamfaat.

Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Ir Rocefeller Simamora mengatakan bahwa   Pamsimas merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Program Pamsimas  bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat kurang terlayani.  Termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan dan periurban. “Harapan kita masyarakat dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Penerapan program ini dalam rangka mendukung pencapaian seratus persen air bersih,  nol persen pemukiman kumuh dan seratus persen sanitasi, ” terangnya,  Selasa (18/12) di Doloksanggul.

Dalam acara rapat koordinasi Distrik Project Management Unit (DPMU) Pamsimas III tahun anggaran 2017 tersebut,  Rocefrller mengatakan bahwa pengelolaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat. Secara spesifik,  Rocefeller mengatakan bahwa program Pamsimas juga mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan daerah.  Karena program tersebut memampukan masyarakat untuk mengorganisasi dirinya, merencanakan, mengelola, dan menjaga keberlanjutan pelayanan air minum dan sanitasi yang aman.

“Termasuk memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat dalam rangka menjamin kualitas pengelolaan pelayanan Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) Perdesaan, dan membangun komitmen dan kapasitas pemerintah kabupaten dan provinsi dalam peningkatan kinerja sistem pengelolaan pelayanan air minum dan sanitasi perdesaan berbasis masyarakat yang berkelanjutan, ” katanya.

Selain itu program Pamsimas juga dapat mendukung peningkatan perilaku higienis dan pelayanan sanitasi.  Komponen ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan institusi local dalam pencegahan penyakit yang disebabkan dan atau ditularkan sanitasi buruk dan air yang tidak bersih, melalui perubahan perilaku menuju perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan peningkatan akses sanitasi dasar. “Intinya komponen ini bertujuan untuk memberikan Insentif terhadap upaya keberlanjutan pemanfaatan dan pengembangan hasil kegiatan,” jelasnya.

Sementara itu wakil ketua Panitia Kemitraan (Pakem) Pamsimas Humbahas,  Robinhot J Lumban Toruan,  ST,  MT mengatakan bahwa proses pengelolaan Pamsimas merupakan program yang menuntut komitmen bersama,  khususnya masyarakat sebagai penerima mamfaat.  Komitmen tersebut meliputi pembangunan fasilitas air,  sanitasi,  dan keberlanjutan pengelolaannya.  Karena itu program ini hatus dilakukan dengan kesadaran bersama masyarakat sebagai penerima mamfaat.  Disisi lain,  program ini juga dapat berkontribusi untuk pembangunan desa.  Sebab program pamsimas dapat dijadikan sebagai program pengembangan usaha desa.  “Kita berharap semua pihak mendukung,  termasuk masyarakat desa dan pemerintah desa.  Karena program ini bertujuan untuk hidup sehat dan pengembangan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Alumni Fakultas Teknik,  Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan program Pamsimas adalah komitmen dan kesadaran masyarakat.  Pasalnya komitmen tersebut sering tidak dilaksanakan dalam prosea pelaksanaan program.  Karena itu tim Pakem terus menggalakan semangat bersama untuk membangun komitmen ini. Karena modal utama dalam pelaksanaan dan keberlanjutan program Pamsimas adalah komitmen. “Semoga ini bisa kita lakukan dengan baik secara bersama sama,” jelasnya. baringin lumban gaol